Mengapa Nabi Tidak Pernah Sakit?

Gambar

Nabi Muhammad SAW dalam sejarah memang tidak pernah dijumpai mengalami sakit, kecuali beberapa rasa sakit yang dialami akibat faktor eksternal. Ada beberapa alasan yang menjadikan beliau tidak mengalami sakit, diantaranya adalah sebagai berikut.

 

1. Pola Hidup Sehat

Nabi Muhammad SAW adalah sosok teladan yang dalam kehidupan sehari-hari senantiasa menerapkan pola hidup sehat. Beliau dengan sungguh-sungguh memerhatikan urusan kesehatan, sehingga tak mengherankan manakala rasa sakit menjauh darinya. Pola hidup yang dilakukan beliau  tidaklah meniru keteladanan orang-orang di masa sebelumnya dan tidak pula mengadopsi teori-teori yang ada pada masanya.

Sebagai contoh, dalam masalah istirahat (tidur). Beliau tidak pernah menzhalimi tubuhnya dengan cara tidak tidur semalaman atau seharian penuh. Sebaliknya, beliau juga tidak pernah tidur secara tidak bersemangat. Istirahat (tidur) bagi beliau adalah suatu sarana untuk melepas lelah dan menghadirkan kembali tenaga di dalam dirinya. Istirahat dilakukan hanya sekedar memenuhi hak tubuh, dan dilakukannya dalam waktu yang cukup. Tidak berlebihan.

Secara singkat, Rasulullah memiliki waktu yang dijadikan kebiasaan bagi beliau untuk tidur. Waktu-waktu tersebut antara lain:
a. Menyegerakan tidur setelah Shalat Isya dan bangun pada awal waktu dari sepertiga malam terakhir.

b. Setelah Qiyamul Lail, beliau menyempatkan tidur sejenak sebelum adzan Subuh.
c. Setelah Shalat Subuh, beliau tidak pernah tidur hingga waktu Dhuha usai.

d. Diantara waktu Dhuha dan shalat Zhuhur, beliau tidak tidur lagi hingga shalat Isya selesai.

2. Pola Makan

Demikian pula mengenai makanan, Rasulullah juga patut menjadi teladan utama. Pola makan beliau yang tidak berlebihan dan mencukupkan diri dengan makanan secukupnya, alias sekedar untuk menegakkan tulang tubuh beliau, menjadikan beliau tidak pernah merasakan sakit yang bersumber dari masalah makanan atau pencernaan. Apalagi beliau juga pandai memilih dan mengombinasikan jenis makanan, sehingga mampu meminimalisir akibat buruk yang bisa datang dari makanan.

3. Petunjuk Illahiyah

Tak dapat diingkari bahwa salah satu faktor luar biasa yang menyebabkan Rasulullah SAW begitu mengerti masalah kesehatan dikarenakan adanya petunjuk dari Allah SWT. Dengan adanya “petunjuk” tersebut, beliau mampu mengomentari sesuatu yang berkaitan dengan kesehatan, meski pada masa tersebut komentar beliau masih terdengar janggal atau kurang akrab dikarenakan belum dapat dibuktikan kebenarannya secara ilmiah. Namun di kemudian hari, yang disabdakan beliau benar-benar bisa dibuktikan secara ilmiah.

4. Thibbun Nabawi

Thibbun Nabawi adalah metode pengobatan Nabi Muhammad SAW kepada orang yang sakit dari yang beliau ketahui berdasarkan wahyu. Metode pengobatan ini digunakan Nabi Muhammad SAW saat mengobati sakit yang dideritanya, atau beliau perintahkan kepada keluarga serta para sahabat yang tengah sakit agar digunakan. Adapun sumber yang dapat dijadikan rujukan adalah Al-Qur’an, hadits shahih serta atsar para sahabat yang diriwayatkan melalui jalan yang dapat dipertanggungjawabkan menurut kaidah ilmu hadits.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah berkata,”Pengobatan cara Nabi Muhammad SAW memeiliki perbedaan dibanding metode pengobatan lain. Karena metode ini bersumber dari bersumber dari wahyu, misykat (pelita,obor) kenabian yang meyakinkan di samping memiliki nilai keilahian. Berbeda dengan metode pengobatan lainnya yang umumnya hanya berdasarkan logika, prediksi atau pengalaman semata.

Pengobatan Nabawi sifatnya pasti, ilahi, bersumber dari wahyu, pelita kenabian, dan kesempurnaan akal. Hal ini disebabkan pengobatan ini disampaikan oleh nabi dan rasul Allah, sedang sumbernya langsung dari Allah. Adapun pengobatan lainnya kebanyakan berlandaskan perkiraan, dugaan, dan eksperimen dari seorang tabib atau dokter. Sedangkan seorang tabib atau dokter hanyalah manusia biasa yang sangat mungkin melakukan kesalahan.
Kemampuan Nabi Muhammad SAW dalam masalah pengobatan menjadi salah satu alasan beliau diangggap mampu menangani berbagai macam masalah kesehatan. Tak mengherankan beliau begitu memerhatikan kesehatannya,sehingga belum pernah dijumpai beliau sakit seperti manusia pada umumnya.

 

5. Keimanan dan Akhlak yang Sempurna

Keimanan yang sempurna menjadikan Rasulullah SAW sebagai pribadi yang tahan uji terhadap berbagai macam keadaan. Keimanan beliau tidak lagi diragukan dan telah mampu membentuk diri beliau sebagai pribadi yang luar biasa. Iman yang kuat melahirkan kekuatan fisik dan mental. Inilah salah satu faktor mengapa Rasulullah SAW selama hidupnya tidak pernah mengalami sakit.

Keimanan yang kokoh dan benar, yang disertai dengan ketaatan dan kesabaran kepada seluruh ajaran Islam, niscaya melahirkan ketenangan jiwa. Setiap orang akan merasa tenang dan aman ketika menghadapi musibah atau kesulitan, baik lahiriah maupun batiniah. Ketika hati dan jiwa diliputi rasa tenang dan nyaman, perasaan itu akan menyebar ke seluruh tubuh. Ia tidak akan pernah merasa takut dan putus asa.

Selain iman, akhlak juga memiliki kaitan dengan kesehatan. Akhlak yang baik akan melahirkan ketenangan hati, sehingga membentuk kesehatan diri. Sebaliknya, akhlak yang buruk dapat melahirkan ketidaktentraman hati, sehingga seseorang yang berakhlak buruk lebih rentan terhadap penyakit karena dirinya selalu merasa tidak puas, tidak tenang, dan tidak mampu menjaga hati hati dan tubuhnya. Aisyah berkata perihal akhlak Rasulullah ,”Akhlak Rasulullah SAW adalah Al-Qur’an”.

 

Sumber: Mengapa Nabi tidak Gampang Sakit? oleh Asadullah Al-Faruq

About fsinuruljannah

Lembaga Dakwah Kampus Universitas Bung Hatta, Padang, Sumatera Barat.

Posted on 28/10/2013, in :Syariah: and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: