MENJADI ORANG YANG SHALEH

Oleh: Ust. Irsyad Syafar, Lc.

Setiap muslim menginginkan dirinya menjadi orang shaleh. Maka langkah utama untuk mewujudkannya adalah interaksi dengan Al Quran. Hanya orang-orang yang maksimal interaksinya dengan Al Quran yang bisa menjadi orang shaleh. Sebaliknya, orang yang sangat minim interaksinya dengan Al Quran mustahil akan menjadi orang shaleh.

Interaksi dengan Al Quran adalah dalam bentuk membacanya, mempelajarinya, memahaminya, menghafalnya, mengamalkannya dan mengajarkan/mendakwahkannya kepada orang lain. Bila mayoritas atau semua bentuk interaksi ini ada dalam setiap hari seorang muslim, maka itu merupakan bentuk interaksi maksimal. Bila sebaliknya, maka itulah interaksi yang minim.

“Sesungguhnya Al Quran ini memberi petunjuk ke jalan yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka mendapat pahala yang besar”. (Terjemahan QS Al Isra’: 9)

Al Quran adalah kebenaran mutlak “yang tidak akan didatangi oleh kebathilan baik dari depan maupun dari belakang (pada masa lalu dan masa yang akan datang) yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana dan Maha Terpuji.“ (terjemahan QS Fusshilat: 42)

Rasulullah telah menegaskan bahwa orang terbaik adalah yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya (Makna HR Bukhari dan Muslim dari Utsman bin Affan)

Al Quran adalah kitab suci yang di dalamnya terdapat cerita tentang masa lalu, berita tentang masa yang akan datang, hukum-hukum antara sesama manusia. Dialah kata putus yang tidak main-main. Barang siapa yang meninggalkannya karena keangkuhan pasti akan Allah hancurkan. Siapa yang mencari petunjuk kepada selainnya pasti akan Allah sesatkan. Dialah tali Allah yang teramat kuat. Dialah dzikir yang mulia (peringatan yang paling hikmah), Dialah jalan yang lurus. Dengannyalah hawa nafsu tak akan menyimpang, lidah tidak akan tersalah dan para ulama tak akan pernah kenyang. Dia takkan lapuk karena banyaknya yang membantah/menolaknya. Keajaibannya (mukjizatnya) tidak akan pernah habis. Dialah yang langsung diimani oleh kaum jin ketika mereka baru saja mendengarkannya. Siapa yang berkata dengan Al Quran pasti akan jujur/benar, siapa yang mengamalkannya pasti mendapat pahala, siapa yang berhukum kepadanya pasti akan adil, dan siapa yang berdakwah kepadanya pasti akan ditunjuki ke jalan yang lurus”. (Makna dari HR Tirmidzi, Tabrani, Ad Daarimi dari Ali bin Abi Thalib).

Yang paling butuh kepada interaksi maksimal dengan Al Quran adalah aktivis dakwah. Sebab, Al Quranlah yang akan menjaganya dari futur dan kesalahan, menguatkannya dari kelemahan dan kelalaian, membimbingnya dalam menapaki beratnya jalan dan beban dakwah, membentenginya dalam menghadapi cobaan dan godaan. Bila aktifis dakwah minim interaksi dengan Al Quran dan hanya mengandalkan fikrah dan hamasahnya saja, niscaya ia akan tumbang di jalan dakwah atau berdakwah ke jalan yang salah. Wallahu a’laa wa a’lam bishshawab.

 

Posted on 06/01/2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: