Renungan Isra’ Mi’raj

Oleh: Doni Al Siraj

Dan saya sungguh berharap melalui peristiwa Isra’ Mi’raj ini para kader dakwah mampu meresapi hikmah bahwa perjalanan tarbiyahnya haruslah melahirkan kedekatan kepada Allah swt. Dan menjadinya pribadi yang berakhlak mulia yang senantiasa selalu mensucikan diri. Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hambanya Nabi Muhammad saw.

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al-Isra’: 1)

Saya hanya ingin mengajak kita semua untuk merenung bahwa Rasulullah saw telah di Isra’ dan Mi’rajkan untuk memperlihatkan sebagian dari tanda-tanda kebesaran Allah (Al-Isra’ ayat 1 dan An-Najm ayat 13-18) dan untuk menjemput salah satu perintah dari Allah swt. yang mana perintah tersebut menjadi penentu setiap amalan manusia. Perintah itu adalah shalat. Dan saya sungguh berharap melalui peristiwa Isra’ Mi’raj ini para kader dakwah mampu meresapi hikmah bahwa perjalanan tarbiyahnya haruslah melahirkan kedekatan kepada Allah swt. Dan menjadinya pribadi yang berakhlak mulia yang senantiasa selalu mensucikan diri. Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hambanya Nabi Muhammad saw.

Ada beberapa Hikmah yang dapat kita ambil dari peristiwa Isra’ Mi’raj ini:

Pertama, Bahwa untuk menghadap Allah swt hati dan diri kita haruslah suci.

Hal ini berdasarkan ketika Rasulullah saw akan di Isra’ Mi’rajkan, sebelum berangkat para malaikat membedah Rasulullah saw  untuk lebih disucikan terlebih dahulu. Hal ini juga tercermin dari ibadah-ibadah kita. Seseorang tidak akan sah sholatnya jika ia tidak berwudhu terlebih dahulu untuk mensucikan dirinya.

Qatadah: Telah mengisahi kami Anas bin Malik, dari Malik bin Sha’sha’ah radhiyallahu anhuma, ia telah berkata: Telah bersabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam: “Ketika aku di al-Bait (yaitu Baitullah atau Ka’bah) antara tidur dan jaga”, kemudian beliau menyebutkan tentang seorang lelaki di antara dua orang lelaki. “Lalu didatangkan kepadaku bejana dari emas yang dipenuhi dengan kebijaksanaan dan keimanan. Kemudian aku dibedah dari tenggorokan hingga perut bagian bawah. Lalu perutku dibasuh dengan Air Zam Zam, kemudian diisi dengan kebijaksanaan (hikmah) dan keimanan. Dan didatangkan kepadaku binatang putih yang lebih kecil dari kuda dan lebih besar dari baghal (peranakan kuda dan keledai), yaitu Buraq. (HR. Bukhari)

Kedua, Jika Allah menghendaki sesuatu maka semua itu akan terjadi.Ini sekaligus sebagai ujian keimanan umat Manusia

Tanpa keimanan semua manusia akan sulit memahami peristiwa Isra’ dan Mi’rajnya Nabi Muhammad saw.Kenapa tidak pada masa itu transformasi belum secanggih saat ini, bahkan zaman secanggih sekarang belum juga mampu menandingi kecepatan kendaraan yang ditumpangi oleh Rasulullah saw. Secara akal saja tidak mungkin Rasulullah saw bisa ke Masjid Al-Aqsha dalam sekejap. Lalu dalam sekejap naik pula menembus langit, lalu kembali ke bumi. Rasulullah saw tidak menghabiskan 1 malam untuk melakukan Israj Mi’raj dan itu yang perlu kita catat. Maka dari sanalah salah satu kebesarkan Allah diperlihatkan. JIKA ALLAH BERKEHENDAK, MAKA SEMUANYA AKAN TERJADI, TANPA PENGHALANG, TANPA ADA YANG BISA MENGHAMBAT. Maka, jadilah perjalanan Rasulullah saw yang penuh berkah menjadi perjalanan terdasyat dalam sejarah umat Manusia. Dan ini merupakan ujian keimanan bagi semua umat manusia.

Ketiga, Bahwa semua Nabi membawa Risalah yang sama, yaitu mengajak manusia kepada jalan Allah swt.

Dalam peristiwa ini terjadi peristiwa yang sangat menaknjubkan, tepatnya di Masjid Al-Aqsha. Yang mana Rasulullah saw. bertemu dengan para Nabi dan Malaikat Utusan Allah swt. Suatu peristiwa yang sangat menakjubkan, saya pun tidak bisa membayangkan bagaimana suasana saat itu. Bagaimana mengharu birunya suasana saat itu. dan ini sekaligus membantah perbuatan manusia yang juga mempertuhnkan Nabi Allah. Mari kita simak sabda Rasulullah saw yang luar biasa di bawah ini.

“…Dan sungguh telah diperlihatkan kepadaku jama’ah para nabi. Adapun Musa, dia sedang berdiri shalat. Dia lelaki tinggi kekar seakan-akan dia termasuk suku Sanu’ah. Dan ada pula ‘Isa bin Maryam alaihi`ssalam sedang berdiri shalat. Manusia yang paling mirip dengannya adalah ‘Urwah bin Mas’ud ats-Tsaqafi. Ada pula Ibrahim ‘alaihi`ssalam sedang berdiri shalat. Orang yang paling mirip dengannya adalah sahabat kalian ini, yakni beliau sendiri. Kemudian diserukanlah shalat. Lantas aku mengimami mereka. Seusai shalat, ada yang berkata (Jibril): “Wahai Muhammad, ini adalah Malik, penjaga neraka. Berilah salam kepadanya!” Akupun menoleh kepadanya, namun dia mendahuluiku memberi salam. (HR.Muslim dari Abu Hurairah ra.)

Keempat, Bahwa kita semua akan kembali kehadapan Allah swt dan dibalas sesuai dengan apa yang kita kerjakan

Setelah shalat, naiklah sang Nabi ke Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah swt dan melihat kekuasaannya di atas sana. Lagi-lagi Allah memperlihatkan kebesarannya. Ini mengisyaratkan bahwa kita semua pasti akan kembali kepada Allah yang telah menciptakan kita. Melalui Mi’rajnya Rasulullah saw. Allah juga memperlihatkan surga dan neraka kepada sang Nabi bahwa dikedua tempat inilah semua umat manusia akan dibalas amalnya. Jika amalnya baik maka ia akan mendapat ridho Allah swt, dan surga adalah tempat tinggalnya. Bagi yang beramal jelek, durhaka kepada Allah maka tempat tinggalnya adalah Neraka.

Nasehat Nabi Ibarahim kepada kita umat Nabi Muhammad saw.

Dari Ibnu Mas’ud, ia telah berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW: Aku bertemu Ibrahim pada malam aku diisra’kan. Iapun berpesan: “Wahai Muhammad, suruhlah umatmu mengucapkan salam kepadaku, dan kabarkanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya surga subur tanahnya, manis airnya, dan terhampar luas. Dan bahwasanya tanamannya adalah (ucapan dzikir) Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahu Akbar.” (HR. At-Tirmidzi)

Ya Allah..Ampunilah kami atas  kesalahan-kesalahan kami, atas dosa-dosa kami..

Wallahu ‘Alam bish-shawab.

Sumber: donialsiraj.wordpress.com

About fsinuruljannah

Lembaga Dakwah Kampus Universitas Bung Hatta, Padang, Sumatera Barat.

Posted on 30/06/2011, in :Oase:. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: