Marhaban Ya Ramadhan..

“Seolah-olah  Allah menutup mata terhadap maksiat-maksiat yang kita lakukan 11 bulan terakhir. Allah lupakan itu dan menyeru kita untuk menggugurkan dosa-dosa kita di bulan suci Ramadhan.”

Oleh: Ustadz Dr. Hidayat Nur Wahid

Assalamualaikum Wr.Wb.

Tak terasa sudah sampai kita di waktu penantian sang Tamu Agung yang sangat ditunggu-tunggu kehadirannya. Tamu Agung itu ialah bulan Ramadhan. Karena belum tentu kita akan dipertemukan di Ramadhan tahun depan, maka tidak ada salahnya kita mengucap syukur kepadaNya dengan sebanar syukur.

Layaknya manusia yang mempunyai fitrah untuk selalu mendapatkan yang lebih baik lagi dari apa yang sudah dicapainya, begitu juga dengan Ramadhan kali ini hendaknya. Berusaha kita untuk memberikan amalan-amalan yang lebih baik lagi pada Ramadhan kali ini, Insya Allah Allah akan memudahkan jalan-jalan orang yang terus memperbaiki diri. Seperti seseorang yang akan kedatangan tamu, maka ia akan sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang akan disajikan untuk tamu tersebut. Ia akan berusaha untuk melakukan apa-apa saja yang membuat tamunya puas dengan pelayanannya sebagai tuan rumah. Maka kita bisa menarik kesimpulan, bila tamu di dunia saja bisa kita layani dengan sebaik-baiknya, maka lebih baik lagi hendaknya ketika kita tahu tamu itu adalah bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan.

Perintah puasa yang terddapat pada surat Al-Baqarah ayat 183 merupakan seruan yang sangat istimewa yang Allah berikan kepada kita sebagai orang-orang beriman. Sebagaimana penggalan ayatnya yang berartikan “….wahai orang2 yang berimana….”, Allah sendiri yang memanggil kita untuk mengambil kesempatan memasuki pintu syurga Ar Royan dengan jalan berpuasa. Sekali lagi, Allah sendiri yang langsung memanggil kita, hamba2nya yang beriman, subhanallah, siapa yang tidak senang di panggil oleh orang yang dicintainya, sementa kita, Allah yang memanggil.

Seolah-olah  Allah menutup mata terhadap maksiat-maksiat yang kita lakukan 11 bulan terakhir. Allah lupakan itu dan menyeru kita untuk menggugurkan dosa-dosa kita di bulan suci Ramadhan. Jika kita Tanya ke dalam hati nurani, ‘masih layakkah kita untuk dipanggil oleh Dzat Yang Maha Suci?’ sementara kita adalah hamba tempatnya alpa bersarang. Begitulah, dengan cinta Allah tetap menyeru kita. Alhamdulillah.

Dan begitu banyak amalan-amalan ringan yang menghasilkan pahala berat di bulan Ramadhan. Salah satunya dengan beristighfar sebanyak-banyaknya, karena kita tidak tahu kapan Allah akan mengampuni dosa-dosa kita, maka pergunakanlah waktu kita untuk memperbanyak istighar. Salah seorang wanita mulia yang tidak lengah untuk beristighfar yaitu, Rabi’ah Al Adawiyah. Sampai-sampai sampai beliau berdoa “Ya Allah ampunilah aku dari ucapan istighfarku…”

Selain itu kita dapat mengambil ibrah dari peristiwa sebelum Ramadhan yaitu, Isra’ Mi’raj. Dengan adanya peristiwa pengambilan perintah shalat oleh Rasulullah SAW langsung menemui Rabbnya, ini membuka mata hati kita bahwa sesungguhnya islam itu bukanlah agama yang egois, yang hanya mengedepankan perintah-perintah saja tanpa mengabaikan hikmah-hikmah yang tersembunyi dibalik perintah tersebut. Seperti yang sama-sama sudah kita ketahui, sebelum adanya perintah untuk Isra’ Mi’raj, Rasulullah tengah dilanda kesedihan yang luar biasa.

Pertama, istri tercintanya Ibunda Khodijah meninggal dunia dengan diiringi linangan air mata kesedihan oleh nabi Muhammad saw. Wanita yang terus mendukung dakwah beliau ketika islam masih dianggap asing oleh masyarakat Arab khususnya. Yang kedua, meninggalnya Paman kesayangan beliau, Abu Thalib. Paman yang selalu membelanya dari kekejaman kafir Quraisy, dan pamannya mati tidak dalam keadaan muslim, itu yang menambah kesedihan beliau. Dan yang ketiga, beliau mencoba hijrah ke lahan dakwah baru di kota yang bernama Tha’if. Disini kesedihan beliau tambah memuncak karena beliau dilempari dengan batu oleh anak anak kecil sambil meneriaki dengan kata-kata ‘majnun’, gila. Rasulullah dikatakan gila oleh penduduk setempat. Kesedihan lainnya adalah melihat penderitaan sahabat-sahabatnya yang diisolasi dari kehidupan luar selama 3 tahun lamanya, sehingga untuk berbelanja untuk keperluan perut saja tidak bisa. Ada seorang muslim yang ketika itu buang hajat di suatu tempat sehingga tetesan air kencingnya mengenai sesuatu yang keras. Ternyata benda yang telah terkena kotoran air kencing tersebut adalah sepotong kulit unta yang sudah mengeras. Lalu dibawanya pulang untuk direbus lalu dimakan. Begitulah keadaan para sahabat2 Rasulullah yang menambah kesedihan beliau.

Maka dengan itu Allah menurunkan perintah untuk Isra’ Mi’raj. Bertemu langsung dengan Sang Maha Pemberi Cinta adalah sesuatu yang sangat luar biasa istimewa bagi Rasulullah, -semoga kita juga-, setelah mengalami segala macam bentuk himpitan dan kesedihan di dunia maka Allah merehatkan Rasulullah ke Sidrotul Muntaha, langit ke-7. Isra’ Mi’raj sebagai rihlah bagi Rasulullah. Sangat manusiawi jika beliau ingin selalu ada di sisi Allah yang dicintainya di tempat tersebut, dan lebih sangat manusiawi lagi jika Rasulullah tidak ingin kembali lagi ke dunia dengan segala bentuk kekejaman yang akan menghadangnya. Manusiawi. Tapi hal tersebut tidak pernah terbersit di hati Rasulullah yang sangat mencintai ummatnya. Begitulah, dari teladan yang dipancarkan oleh nabi Muhammad saw, kita bisa menilai begitu sosialisnya islam. Agama yang tidak menang sendiri tapi mementingkan kesejahteraan ummat manusia. Rasulullah kembali lagi setelah Mi’raj untuk berbagi kegembiraan kepada sahabat-sahabatnya, untuk berbagi kekuatan dalam menegakkan kalimat Tahlil di muka bumi yang luas ini.

Wallahu ‘Alam bish-shawab.

Yang berbicara tidak lebih baik dari yang mendengarkan.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Padang, 25 Juni 2011

Tarhib Ramadhan Mesjid Ar-Rahman

About fsinuruljannah

Lembaga Dakwah Kampus Universitas Bung Hatta, Padang, Sumatera Barat.

Posted on 27/06/2011, in :Oase:. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: